22 Juni 2022

Aksi Massa : Tan Malaka [2]

I.

REVOLUSI

Revolusi itu bukan sebuah ide yang luar biasa, dan istimewa, serta bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa dari seseorang dalam membangun revolusi, melaksanakan atau memimpinnya menuju kemenangan, tak dapat diciptakan dengan otaknya sendiri. Sebuah revolusi disebabkan oleh pergaulan hidup, suatu akibat tertentu dari tindakan-tindakan masyarakat. Atau dalam kata-kata yang dinamis, dia adalah akibat tertentu dan tak terhindarkan yang timbul dari pertentangan kelas yang kian hari kian tajam. Ketajaman pertentangan yang menimbulkan pertempuran itu ditentukan oleh pelbagai macam faktor : ekonomi, sosial, politik, dan psikologis. Semakin besar kekayaan pada satu pihak semakin beratlah kesengsaraan dan perbudakan di lain pihak. Pendeknya semakin besar jurang antara kelas yang memerintah dengan kelas yang diperintah, semakin besarlah hantu revolusi. Tujuan sebuah revolusi ialah menentukan kelas mana yang akan memegang kekuasaan negeri, politik dan ekonomi, dan revolusi itu dijalankan dengan “kekerasan”.

22 Mei 2022

Aksi Massa : Tan Malaka [1]

Aksi Massa

Tan Malaka (1926)

 *****

Ditulis oleh Tan Malaka pada tahun 1926 di Singapura

Sumber    : Diambil dari buku "Aksi Massa" terbitan Teplok Press, 2000

Dimuat ke HTML oleh Ted Crawford dan Ted Sprague

10 April 2022

Panduan Singkat Menuju Jepang [5]

 

IV. MELIHAT KE BELAKANG

A. Sejarah Singkat Jepang

Masyarakat Jepang mengklaim sejarah tertua di dunia, dimana menurut mereka, mundur 2.605 tahun. Mereka menganggapnya unik. Faktanya, bahwa berdasarkan klaim ini yang mana menjadi unik dan lebih baik dari orang lain adalah orang-orang Jepang telah membangun angan mereka untuk penaklukan – menaklukan seluruh dunia. Jerman mendapat masalah dengan hal serupa.

18 Maret 2022

Panduan Singkat Menuju Jepang [4]

 

III. POLA PIKIR MASYARAKAT JEPANG

Kita tidak akan pernah memahami sepenuhnya cara berpikir masyarakat Jepang karena hampir semua cara pandang kita benar-benar berlawanan dengan mereka, dan sebagai hasilnya, tindakan kita juga.

Namun ingatlah bahwa otak orang Jepang juga terbuat dari bahan yang sama seperti otak manusia lainnya. Pemikiran gila mereka adalah hasil dari cara pandang yang tidak sehat – ide yang dihasilkan dari suatu generasi yang disengaja.

Negara-negara di dunia yang mencintai perdamaian harus menjernihkan pola pikir masyarakat Jepang yang berbahaya bagi perdamaian dan hak-hak manusia lainnya ini.

12 Februari 2022

Hugh Jackman - From Now On


I saw the sun begin to dim
And felt that winter wind blow cold
A man learns who is there for him
When the glitter fades and the walls won't hold

14 Januari 2022

Panduan Singkat Menuju Jepang [3]


Siapa Musuh Kita di Jepang?

Sejauh yang kita tahu, hampir semua orang di Jepang adalah musuh kita. Entah mereka menunjukkannya atau tidak, kita mungkin akan mengira Jepang memusuhi pria, wanita, atau anak-anak. Mereka tetap tinggal di kepulauan mereka itu seperti pertapa sampai 74 tahun lalu ketika sistem feudal disingkirkan dan orang asing diizinkan untuk masuk ke negara itu. Masyarakat Jepang menyebut orang asing pertama yang masuk ke negara mereka sebagai “hantu berjanggut merah”. Mereka masih disebut demikian di beberapa daerah terpencil. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Jepang telah diajarkan untuk membenci orang Amerika dan mungkin kau berharap bahwa sebagian besar dari mereka telah mempelajari itu dengan baik. Mereka telah didoktrin bahwa perang ini disebabkan oleh keserakahan bangsa barat, bahwa kekuatan barat yang begitu jahat ingin memperbudak bangsa Asia untuk keuntungan mereka sendiri. Tentu saja kita tahu bahwa itu adalah kebohongan, namun itulah apa yang mereka katakan dan mereka percayai juga.

05 Desember 2021

Panduan Singkat Menuju Jepang [2]

 

II. "MENUJU TOKYO"

Tugas Kita di Jepang:

Presiden Amerika Serikat sebelumnya mengatakan bahwa Jepang akan segera diduduki, baik itu karena mereka menyerah sebelum kita mendarat di tanah mereka atau tidak. Jepang tidak akan kita biarkan begitu saja seperti halnya Jerman kali ini. Selama 26 tahun terakhir, orang-orang Jerman telah mengajarkan kita bagaimana harga yang harus dibayar untuk suatu perdamaian. Kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Jepang tidak bisa dilepaskan begitu saja seperti sebagian besar bangsa Jerman dalam perang terakhir. Mereka akan diberi pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan.