I.
REVOLUSI
Revolusi
itu bukan sebuah ide yang luar biasa, dan istimewa, serta bukan lahir atas
perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa dari
seseorang dalam membangun revolusi, melaksanakan atau memimpinnya menuju
kemenangan, tak dapat diciptakan dengan otaknya sendiri. Sebuah revolusi
disebabkan oleh pergaulan hidup, suatu akibat tertentu dari tindakan-tindakan
masyarakat. Atau dalam kata-kata yang dinamis, dia adalah akibat tertentu dan
tak terhindarkan yang timbul dari pertentangan kelas yang kian hari kian
tajam. Ketajaman pertentangan yang menimbulkan pertempuran itu ditentukan oleh
pelbagai macam faktor : ekonomi, sosial, politik, dan psikologis. Semakin besar
kekayaan pada satu pihak semakin beratlah kesengsaraan dan perbudakan di lain
pihak. Pendeknya semakin besar jurang antara kelas yang memerintah dengan kelas
yang diperintah, semakin besarlah hantu revolusi. Tujuan sebuah revolusi ialah
menentukan kelas mana yang akan memegang kekuasaan negeri, politik dan ekonomi,
dan revolusi itu dijalankan dengan “kekerasan”.